Marah

Marah membuncah bumi pertiwi
Menatap nanar pada setiap kehidupan kelam
Marah menghembuskan api emosi meluap
melampiaskan amarah tiada terarah

Dan tengok bumi marah
Dibelahnnya tanah menjadi dua
Diadunya manusia tanpa iba
Dilemparkan, hempaskan setiap makhluk yang ada

Lihat saja lautan meraung
Tergulung sudah ombak menyapu darat
Tsunami menyeret siapa saja yang ada
Dan lihat betapa berantakannya akibat marah

Dan gunung menancap di bumi
Peduli apa ketika marah memanas
Memuntahkan isi perutnya yang begitu muak
Melelehkan membakar menghanguskan setiap kulit yang ada

Dan lumpur, terlenalah ia menidurkan
Dan sidoarjo yang terlelap oleh lumpur yang menebal
Ia telah dinina bobokkan oleh ketidakpedulian
Hanya saja ada saja yang menagih kasihan padanya

Seberapa marah membuncah bumi pertiwi,
Tak cukupkah air yang berbicara lewat banjir
Tak cukupkah hutan yang mengucap kata abu
Tak cukupkah alam mengerahkan kekuatannya

Olehnya izinkan aku marah
Marah pada kekasih rakyat tak setia
Selingkuh pada penjarah setiap inci tanah kita
Berleha, melalaikan tapi menikmati jua kekayaan kita
(Sarah-Al-Mustanirah)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Bertanya Pada

Bertanya pada mata,
Bagaimana dunia bisa ia buka,?
Dan cahaya terserap padanya
Mata berkata tanyakan pada saraf

Bertanya pada hidung
Bagaimana wangi bisa menghembus?
Dan nafas tiada lepas
Hidung berkata tanyakan pada saraf

Bertanya pada lidah
Rasa,bagaimana ia mengecap?
Dan dunia yang telah tercicipi
Lidah berkata tanyakan pada saraf

Bertanya pada kulit
Sentuhan, kasar, halus, sakit, panas, sejuk
Dan dunia yang teraba, bagaimana ia mampu?
Kulit bilang tanyakan pada saraf

Bertanya pada telinga
Suara dan gelombang yang mengalun
Mengapa kau dengar dunia
Telinga bilang tanyakan pada saraf

Saraf, saraf, saraf
Bertanya pada saraf
Kenapa kau yang harus kutanya
Sebab terbukanya, terhirupnya, terasanya, terabanya dan terdengarnya dunia?
Saraf bilang,ia ingin taat pada penciptanya

Saraf oh saraf
Kau berjejer berpegangan bekerja tiap detik,
Kala sadar kala tidur
Kau tak berhenti menghantarkan kirimanmu menuju otak
(Sarah-Al-Mustanirah)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

CAP LUMUT KERAK

   Yuhuiii,,, libur telah tiba, libur telah tiba horray horray horray *demosendiri*. Tapi, Libur begini? Gak ada kerjaan? Bete? Galau? Menggila? Dan Bosan? Okay mending kita share. Tapi sebelum itu izinkan aku curhat. Boleh yah ^^ ?
    Setahun yang lalu waktu aku lulus SMA, aku galau, suuperrr galau. Why? Sebentar lagi aku akan jadi mahasiswa. Karena aku bingung, aku nantinya lulus dimana? Teerus kuliah itu kayak gimana? Apa teman-teman dikampus itu sama baiknya dengan teman SMA, atau kampus itu seram dan menyeramkan?. Tiba-tiba mentor aku datang, terus nanyain kenapa muka ku kayak baju kusut yang gak pernah disetrika. Jadinya curhat-curhatan deh. Nyebutin satu persatu gundah gulana yang menyerang hatiku. Tapi pesannya mentorku singkat aja.“Dimanapun engkau berada, jadilah sang pionir, sang lumut kerak yang mampu melembabkan permukaan yang gersang”. Udah sampai disini curhatnya~
    
Belajar dari Sang Pionir

    Ngomong-ngomong soal sang pionir, kalian tau apa sih maknanya? Setau aku sih sang pionir adalah sang pelopor, sang perintis, pokoknya sang pencetus. Tapi kata kunci utamanya bukan hanya kata sang pionir but Lumut kerak? Hmm,, itu makhluk apaan yah? Sejenis makanan kaleng kah? Atau sejenis makanan ringan, atau mungkin dia makhluk hidup yang dapat dimakan? eh kenapa bayangin makanan yah --v
    Baik, kita diajarkan untuk mempelajari apa saja yang ada dialam ini, sebatas kemampuan indera kita untuk menerawang, sebatas kemampuan akal kita untuk memikirkan, menafsirkan dan memahami fenomena alam, mulai yang terkecil sekecil mikroorganisme, sampe yang paling gede, segede dinosaurus. Semuanya itu pasti ada maknanya. Hmm kalian sepakatkan? Ok aku anggap kalian sepakat *maaf Maksa* :D.   
    Nah salah satu yang terunik dari alam adalah lahirnya tumbuhan-tumbuhan sang pioneer, dan lumut kerak termasuk didalamnya. Kalo ditengok dari segi biologinya sih nih makhluk keren sih, banyangkan aja, dia itu simbiosis, simbiosis antara ganggang dengan jamur, ganggangnya berasal dari ganggang hijau atau ganggang biru, jamurnya berasal dari Ascomycotina atau Basidiomycotina. Artinya dia ada karena adanya makhluk-makhluk yang berbeda macam alga dan jamur, akhirnya terbentuklah makhluk unik yang bernama lumut kerak. Ini simbiosis yang cukup sempurnalah karya cipta sang maha kuasa. Gak karena keunikannya itu, ternyata sang lumut kerak mampu hidup di tempat-tempat yang ekstrim sehingga ia mampu dikatakan sebagai tumbuhan pionir/vegetasi perintis.
    Walaupun tumbuhan ini bisa dikatakan kecil-kecil tapi hebat, tapi sang pioneer tenyata Lumut kerak tidak memerlukan syarat-syarat hidup yang tinggi, dan tahan kekurangan air dalam jangka waktu yang lama. Karena panas yang terik lumut kerak yang hidup pada batu-batu dapat menjadi kering, tetapi tidak mati, dan jika kemudian turun hujan, lumut kerak Lichenes dapat hidup kembali. Selain itu peranannya cukup besar bagi kehidupan dan organisme lainnya.  Lichen sebagai tumbuhan pioneer memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Jenis ini menjadi tumbuuhan perintis pada daerah-daerah yang keras dan kering sehingga pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan organisme lainnya.

Mahasiswa cap Lumut kerak.. mungkin gak?

    Mahasiswa gabungan dari kata maha dan siswa. Artinya dia itu mahasiswa :v. well tapi semasa aku kecil yah, gambaran aku tentang mahasiswa itu 50:50. Gue kagum sama nih makhluk soalnya Setelah melewati masalah sekolah, setelah melewati carut-marutnya pendidikan yang terasa foRmal banget akhirnya ia keperguruan tinggi, belajar untuk lebih mengabdi kepada masyarakat, misalnya saja yang ngambil jurusan yang ada embel-embel pendidikannya. Nah secara otomatis dia itu belajar untuk menjadi seorang guru, seorang pendidik. Kalo yang embel-embelnya saintis, otomatis ia belajar untuk menjadi seorang ilmuan, penyumbang ilmu pengetahuan yang berguna bagi peradaban.   
    Sedangkan yang 50 nya lagi aku paling sering liat di TEVE kalo yang sering demo, bakar-bakar ban, berkoar-koar gak jelas, tawuran sampe bikin macet dan rusuh dijalan kebanyakan dari mereka itu merupakan komplotan orang-orang yang menyandang status mahasiswa. Lha kok bisa yah? Emang di perguruan tinggi gak diajarkan apa untuk gak berperilaku yang lebih parah dari anak TK atau SD itu -_-.
    Setelah aku menyandang status mahasiswa baru baru ku tersadar bahwa ternyata kehidupan mahasiswa gak semudah membalikkan telapak tangan. Bahkan menjalaninya saja butuh jungkir balik berulang-ulang kali. Yah mungkin ini efek dari mahasiswa baru, baru ngenal kampus, baru merasakan atmosfir pendidikan yang sebenarnya dan baru pula mengenal yang namanya pergaulan ala perguruan tinggi yang memusingkan, penggunaan etika sampai senioritas yang sesungguhnya. Aku sangat menyadari berhabitat dilingkungan kampus, sama saja kita berhabitat dilingkungan yang ekstrem. Ekstreeeemmmmm banget susah buat menyebutkan perasaan yang ada. Pokoknya susahlah~.
    Tapi dengan ini kita bisakan belajar dari lumut kerak. Makhluk hidup itu mampu hidup ditempat yang ekstrem bahkan ia menjadi tumbuhan sang pionir. Mahasiswa pun dapat demikian, berhabitat di perguruan tinggi yang super duper ekstrem dalam menghadapi susahnya pendidikan di bangku kuliah, sulitnya menghadapi dosen yang anti kritis, sampe menghadapi hal-hal kecil seperti hubungannya dengan mahasiswa lainnya. Kita selayaknya seperti lumut kerak seekstrim apapun itu kita harus bertahan hidup. Makanya dengan ini kita haus belajar menempa diri kita. Gak manja! Sedikit-dikit kalo ada masalah maunya pulkam, nangis, brenti kuliah. Mahasiswa gak membutuhkan mental payah, mental krupuk.   
    Selain itu, menjadi sang penyejuk tanah yang tandus, bukan hanya bagi mahasiswa maupun dosen, tapi bagaimana agar ilmu dan etika yang kita peroleh mampu menjadi ‘penyejuk’ mampu melembabkan tanah yang tandus. Jadi mahasiswa jangan kuliah aja dong, kan ada tuh lembaga-lembaga yang disediain sama kamu, nah disitulah kamu mampu belajar untuk melembabkan. Menurut aku gak ada sih organisasi yang buruk, kecuali organisasi propoganda yang ingin menguasai dunia, dan bertentangan dengan agama.
    Tidak sampai disitu, kunci utama agar kita nyaman sebagai mahasiswa adalah kita harus mampu membangun simbiosis mutualisme layaknya sang lumut kerak. Yang paling di butuhkan adalah hubungan interaksi antar sesama mahasiswa, maupun interaksi antara kita dengan dosen dan siapapun makhluk yang berhabitat dikampus dan itu wajib kudu kita membangun interaksi yang baik, saling menguntungkan. Makanya kita perlu menanamkan etika dengan baik, menanamkan sikap ramah, De el el. Intinya mahasiswa itu gak harus bercap sebagai lumut kerak, tapi perlu~
   
    Maaf aku hanya sampe disini dulu, soalnya aku kan baru setahun juga menyandang status mahasiswa dan tentu saja, masih akan ada ledakan yang terjadi kedepannya, makanya saya harus belajar. Bye~(Sarah Al-Mustanirah)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

“BELAJAR MENULIS, BELAJAR BERKARYA DAN BELAJAR MELUKIS PERADABAN”


Tahukah kalian menulis? Ia Menulis, mm ituloh megang pulpen trus kita membuatnya menari diatas kertas dan menjadikanya sebuat kata, dari kata akan lahir sebuah kalimat dan dari kalimat akan membentuk sebuah paragraf atau jangan-jangan menulis itu adalah membuat jari kita beradu dengan keyboard PC terus di monitor tampillah sebuah kata-kata. Apapun itu menulis merupakan pendidikan awal yang kita terima pada saat pendidikan dasar. Kita diajarkan menulis oleh guru SD atau TK kita sambil diajarkan membaca. Setiap sudut pandang memaknai menulis dengan makna yang berbeda-beda. Ada yang memaknakan tulisan sebagai ungkapan perasaan, ada yang memaknakan tulisan sebagai hobi ada juga yang menjadikannya sebagai profesi.  Namun, yang kita bahas bukan hanya sekedar menulis tetapi yang akan kita bahas adalah bagaimana cara menulis. Sebelum kita mengetahui bagaimana cara menulis, kita perlu mengetahui hakikat dari menulis.
Menulis secara harfiah berasal dari kata dasar yaitu “tulis” yang menurut KBBI ada huruf (angka) yang dibuat (digurat) dengan pena (pensil atau cat). Menulis dan mengarang sebenarnya dua kegiatan yang sama karena menulis berarti mengarang kata menjadi kalimat, menyusun kalimat menjadi paragraf, menyusun paragraf menjadi  tulisan kompleks yang mengusung pokok persoalan. Menulis merupakan sebuah proses kreatif menuangkan gagasan dalam bentuk bahasa tulis untuk tujuan, misalnya memberi tahu, meyakinkan, atau menghibur. Hasil dari proses kreatif ini biasa disebut dengan istilah karangan atau tulisan. Kedua istilah tersebut mengacu pada hasil yang sama meskipun ada pendapat mengatakan kedua istilah tersebut memiliki pengertian yang berbeda. Menulis sebagai keterampilan adalah kemampuan seseorang dalam mengemukakan  gagasan pikirannya kepada orang atau pihak lain dengan dengan media tulisan. Setiap penulis pasti memiliki tujuan dengan tulisannya antara lain mengajak, menginformasikan, meyakinkan, atau menghibur pembaca.
Menulis adalah kegiatan yang sangat penting, ditinjau dari pengertian-pengertian menulis tersebut kita bisa saja menyimpulkan bahwa kegiatan menulis dapat disebut kegiatan dalam menghasilkan sebuah karya, bagaimana tidak, dengan menulis dunia akan tahu kita punya sebuah pemikiran, pendapat, gagasan dan ide yang kita sampaikan. Dalam hal ini, karya tulisan kita tidak disimpan begitu saja dalam hardisk atau dalam buku harian melainkan kita menyampaikannya di berbagai media atau literatur yang ada. Seseorang dapat disebut memiliki karya apabila ia mampu menyampaikannya kepada khalayak ramai. Keturunan kita maupun anak cucu kita bisa saja mengenal hanya dapat mengenal kita lewat karya tulisan kita saja.
Kegiatan menulis tersebut dapat melukiskan sebuah peradaban. Nah loh?  Menurut pembaca sekalian mungkin kata-kata saya agak berlebihan tapi cobalah kita tengok beberapa fakta yang mungkin dalam tulisan ini anda baru mengetahuinya. Masih ingatkah anda dengan pelajaran sejarah sewaktu SD atau SMP? Pada awal materi pelajaran tersebut kita diberikan pemahaman bahwa sejarah dibagi berdasarkan tulisan. Tulisan membedakan antara zaman prasejara dan zaman sejarah. Zaman prasejarah merupakan aman yang ditandai dengan belum dikenalnya tulisan sebagai alat komunikasi sedangkan zaman sejarah merupakan zaman telah dikenalnya tulisan. Jika kita menganggap kita tidak bisa membuat tulisan atau kita tidak mampu menghasilkan sebuah karya yang bernama tulisan, lalu apa bedanya kita dengan manusia prasejarah? Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk belajar menulis.
Dengan menulis kita dapat mengetahui setiap peradaban yang telah terlewatkan begitu saja atau setiap sejarah yang telah berlalu. Tulisan dapat menjadi bukti bahwa sejarah tersebut dapat terjadi. Misalnya saja, Kisah Ken Arok banyak ditulis dalam kitab Pararaton yang ditulis sekitar abad ke-15 yang memuat kisah raja-raja Singosari dan Majapahit atau Negarakertagama, karya Mpu Prapanca yang menceritakan banyak hal penting diantaranya tentang silsilah raja-raja Majapahit, Candi Makam Raja, keadaaan kota raja, upacara Sradha, wilayah kerajaan Majapahit, negara-negara bawahan Majapahit serta hal-hal lainnya.
Kedua karya tersebut walaupun berisi cerita secara tidak langsung memberikan kita gambaran dan menceritakan kita kisah sejarah yang benar-benar terjadi. Bagaimana jika kedua karya ini tidak disampaikan melalui kitab atau tulisan? Kita tidak akan pernah tahu kisah-kisah yang mengandung sejarah tersebut dengan sebenarnya sesuai dengan sumbernya karena penyampaian lewat mulut ke mulut tidak menutup kemungkinan terjadi perbedaan sedikit demi sedikit dari sumber aslinya.
Bagi seorang saintis referensi dari buku-buku atau kitab-kitab. Bagi para ilmuan apabila ia telah menemukan sebuah teori atau sebuah penemuan, dunia tidak akan pernah tahu bahwa dia yang menemukan karya tersebut bila tidak mematenkannya dalam sebuah tulisan. Beberapa ilmuan yang terkenal seperti Ibnu Sina dimana tulisannya atau bukunya merupakan referensi utama bagi kedokteran moderen, Ibnu Al-Haithami yang awalnya ia merupakan seorang arsitektur yang dipenjara menemukan tentang pengobatan mata katarak dan menuliskan bukunya dipenjara atau dalam ilmu biologi sendiri Hukum Mendel, ilmu genetika mungkin saja tidak pernah ada jika Gregor Johand Mendel tidak berani mengungkapkan tentang Hukum Mendel I dan II dalam sebuah makalahnya. Meskipun teorinya ditolak beberapa kali, setidaknya tulisanya menjadi bukti sehingga mendorong ilmuan lain untuk mengembangkannya. Para ilmuan tentu saja membuat tulisan untuk menyampaikan apa yang ditemukannya pada masa lalu, apa jadinya tanpa tulisan? Kita tidak akan mendapatkan referensi dan sumber walaupun sebenarnya percobaan itu telah dilakukan dimasalalu.
Adanya pembagian sejarah, kisah-kisah yang diceritakan dalam kitab maupun para ilmuan yang diceritakan cukup memberi bukti bahwa dengan menulis kita dapat melukiskan sebuah peradaban, sebuah rentan waktu dimana ilmu itu berkembang, sebuah kisah bagaimana kerajaan itu maju. Masih banyak lagi hal yang dapat diluiskan dengan menulis hanya saja kami terbatas pada lembaran tulisan yang dibuat. Bahkan saking pentingnya menulis, seorang ulama pernah mengatakan bahwa dalam peradaban islam di warnai oleh dua warna yaitu merah dan hitam dimana merah adalah darah para syuhada dan hitam adalah tinta para ulama.
Melihat pentingnya menulis mungkin saja telah timbul dalam diri anda untuk mengetahui cara-cara untuk menulis. Perlu diketahui bahwa menulis bukanlah suatu bakat yang dimiliki oleh seseorang melainkan sebuah keterampilan yang dapat diasa. Menulis juga dapat terlahir dari hal yang terduga misalnya saja penulis novel terkenal Harry potters yaitu JK. Rowling. Sejak kecil, wanita ini memang sudah memiliki kegemaran menulis. Bahkan di usia 6 tahun, ia sudah mengarang sebuah cerita. Kebiasaan ini terus dipelihara hingga ia dewasa. Sejak perceraian dengan suaminya, ia menjadi ibu tunggal yang harus menghidupi anak-anaknya dalam kondisi serba kekurangan. Ia merasa kemampuan menulisnya mungkin bisa menjadi jalan keluar untuk hidupnya yang sulit, tetapi ia tak mempunyai fasilitas yang memadai. Ia tidak memiliki komputer, dan hanya memiliki mesin tik tua. Ia juga tak mempunyai uang, bahkan hanya untuk membayar foto kopi. Maka penulis ini terpaksa mengetik ulang naskah yang sama hingga beberapa kali agar bisa diserahkan ke beberapa penerbit.
Buku yang dibuatnya adalah Harry Potter. Buku Harry Potter telah terjual lebih dari 400 juta kopi. Dan dia menjadi penulis dengan penjualan terbanyak dalam sejarah. Padahal 15 tahun sebelumnya, pada tahun 1995, dengan susah payah ia terpaksa menyalin naskah dengan mengetik ulang menggunakan mesin ketik manual. Naskah yang selesai dengan susah payah tersebut tidak lantas langsung diterima  dan meledak di pasaran. Berbagai penolakan dari pihak penerbit harus ia alami dahulu.Keberhasilan Harry  Potter adalah hasil dari sikap pantang menyerah dan kerja keras yang luar biasa. Melihat dari pegalaman jk. Rowling kita tidak memerlukan bakat yang luar biasa untuk menulis, jika kita ingin menulis maka ada cara yang ditempuh yaitu kemauan dalam 3M, Menulis, Menulis, dan Menulis.
Perlu ditekankan bahwa menulis bukan hanya sekedar menulis, kita butuh keterampilan membaca untuk itu ada seorang penulis yang mengatakan bahwa penulis yang baik adalah seorang pembaca yang baik akan tetapi seorang pembaca yang baik belum tentu seorang penulis yang baik. Membaca menjadi sangat diperlukan dalam hal menemukan referensi dalam tulisan kita karena tidak menutup kemungkinan kita sangat terbatas dalam meyakinkan pembaca akan tulisan kita (Sarah Al-Mustanirah).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Manusia Plankton



“Dahulu kala, di negeri antah berantah hiduplah seorang kembar cewek-cowok yang aneh dan ajaib, yang cewek sukanya dandan seharian, pokoknya dimana ada dia disitu ada cermin, *tapi dia bukan penjual cermin yah* seluruh aspek dalam dirinya harus mirip artis hollywood, mukanya dipermak sedemikian rupa hingga mirip britney spears, tubuhnya harus sebagus katty perri dan rambutnya harus seindah Angelina jolie. Sementara yang cowoknya itu  kemayuuuuuu banget, sukanya perawatan, you know ? dia fanatik korea. pokoknya dia harus facial supaya mukanya bening, luluran tiap minggu biar dakinya pada lumer dan pake parfum seember biar waginya mampu menjangkau radius ratusan meter. Dan kembar tersebut menyukai hal yang sama yaitu FOOD, FASHION and FUN. Pokoknya mereka ikut arus trend  banget yang baru, harus ia miliki tidak boleh tidak. Mereka itu layaknya plankton yang ngikut arus, arusnya lari kemana mereka ngikut. Begitupun masalah trend mereka harus menjadi yang nomor satu untuk mendapatkannya. Suatu hari terjadi perubahan trend besar-besaran namun sayangnya keuangan mereka tak memadai. Mereka mencari jalan pintas dengan cara menjual apapun yang ada dirumah mereka agar hasrat mode mereka terpenuhi. Ibu mereka tau akan hal itu. Ibu mereka sakit dan akhirnya mereka menyesali perbuatan mereka. Dannn TAMAT. Udah gitu aja”

Ehm, itu Cuma intermezzo yang gak penting, gak usah dihiraukan gak bakalan ada hubungannya dengan tulisanku ini . Mm kali ini aku akan kasih bayangan sedikit saja tentang manusia plankton. Pernahkah kalian dengar kata plankton? Pernah tidaak? Pernah gaakk? *eh maksa* ^^V. Ok mungkin yang kartun maniak kenal planktonnya lewat spongebob Squarepants yang digabarkan sebagai makhluk kecil berwarna hijau yang sering mencuri krabby patty dan akhirnya diinjak-injak oleh Mr.Krab hahaha…

Tapi dalam biologi plankton diartikan sebagai organisme yang melayang-layang di air yang kemampuan renangnya terbatas sehingga pergerakan organisme mengikuti arus. Selain itu kemampuan berenang organisme planktonik sangat lemah sehingga mereka sama sekali dikuasai oleh gerakan air. Namun Plankton adalah suatu organisme yang terpenting dalam ekosistem laut. Fitoplankton merupakan produsen yang mensuplai makanan bagi konsumen primer seperti zooplankton dan zooplanton menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan dan berbagai onsumen sekunder di ekosistem perairan.

Nah itu sepintas dari plankton yang ditinjau dari sisi biologisnya, mohon maaf saja yah mungkin lidah kalian agak kelipat dikit dalam menyebutkan satu-satu istilahnya. Ok, bagaimana dengan manusia plankton? Mm jangan salah paham dulu yah, aku gak bermaksud menjadikan manusia seperti plankton yang melayang-layang diperairan bukaan,, bukan itu.

Manusia plankton yang khendak saya gambarkan disini adalah manusia yang hidupnya gak tentu arah, manusia yang hanya mengikuti arus yang ada, kemana arusnya mengalir disitu pula ia berjalan. Bagaimana pendapat anda mengenai manusia seperti ini? Baikkah atau malah jelek?. Itu terserah pendapat kalian saja. Tapi, menurut penggambaranku kita tidak bisa menjadi manusia yang mengikuti arus dalam hal tertentu. Manusia mempunyai area yang menguasainya dan dikuasai oleh manusia.

Area yang menguasai manusia dalam hal ini, ajal jodoh, reski (Nizomul Wujud) dan yang tidak dituntukan oleh nizomul mujud tetapi kita tidak punya kendali untuk menolaknya. Misalnya, kita telah berhati-hati berjalan di jalan yang telah dipel, tapi kita tidak punya kuasa untuk melawan ketika kita tiba-tiba terjatuh. Aspek tersebut memang menguasai kita dan kita tentu saja menyerahkan sepenuhnya kepada Allah.

Tetapi ada pula daerah yang mampu kita kuasai, Allah telah menurunkan khasiat terhadap sesuatu hal dimana manusia mempunyai pilihan. Nah, pilihan itulah yang seharusnya membuat kita tidak terbawa arus kayak plankton. Misalnya saja, kamu masih sedang belajar membaca dan menulis, kamu ingin dapat membaca dan menulis dengan baik. Kamu punya pilihan mau berusaha belajar atau tidak. Dalam menentukan pilihan ini selalu ada proses dimana hasil akhirnya tidak kita ketahui karena memang kita sebagai manusia terbatas dalam menentukan atau memprediksi hasil akhir. Tapi coba kita fikirkan sejenak pilihan kita. Jika kita memilih untuk belajar kemungkinan besar yang dapat kita peroleh ada 2 yaitu : Berhasil atau gagal. Sementara jika kita memilih untuk tidak belajar kemungkinan besar yang kita peroleh ada 2 yaitu : gagal dan gagal. Dan mungkin yang dapat sedikit bertentangan dari prediksi tadi adalah menangnya kemungkinan kecil yang bisa kusebut keberuntungan.

Untuk hal yang dapat kita kuasai yaitu pilihan kita sebaiknya tidak menyerahkan kepada keadaan yang ada selama kita bisa mengusahakannya. Ingat dengan istilah Life Is Choice? Hidup memang pilihan. Misalnya belajar membaca tadi jika kamu mau jadi pembaca yang baik, kamu harus berusaha. Gak keenakan, santai-santai saja, yang pada akhirnya apa? Kamu gak bakalan bisa belajar.

Plankton hidup melayang-layang di air itu bukan karena ia yang mau, tetapi ia memang dianugerahkan kemampuan berenang yang terbatas dari sang Khalik. Tapi hikmah dibalik itu semua adalah ia menjadi organisme yang terpenting dalam ekosistem perairan yang mempengaruhi organisme yang lainnya. Bayangkan saja jika fitoplankon diberi kecepatan berenang luar biasa, bagaimana dengan zooplankton untuk memenuhi energinya. Dan seterusnya akan mempengaruhi rantai makanan dan piramida makanan yang bisa saja mempengaruhi juga pada ekosistem daratan khususnya bagi pemenuhan protein manusia. Walau terbatas, ternyata fitoplankton sangat penting.

Bagaimana dengan manusia? Maukah kau disamakan dengan fitoplankton? Tidak mau kan? Makanya jangan ikut arus seenaknya. Manusia telah diberikan hidayah terbesar dari Allah SWT berupa akal. Nah itu akal digunakan untuk berfikir mempertimbangkan pilihan kita, untuk membuat inovasi terbaru yang tentu saja mendorong kita untuk lebih aktif berkreasi dan menciptakan sesuatu yang lebih berguna. Fitoplankton saja yang gak punya akal segitu bergunanya bagi ekosistem, kenapa manusia tidak bisa lebih berguna lagi dengan menggunakan akalnya dengan baik sehingga menciptakan pilihan yang tepat sehingga manfaat akan datang padanya?


Berusahalah layaknya Nekton “Ikan Salmon”  yang hidup melawan arus

            Berbeda dengan Plankton, ada makhluk didunia ini yang hidupnya bergerak aktif di air. Namanya nekton, Nekton adalah organisme-organisme bergerak  aktif yang terdapat pada perairan, baik itu air tawar maupun air laut. Karena tadi saya sudah menjelaskan tentang pentingnya kita menggunakan akal untu menentukan pilihan, agar lebih out of stream saya akan menunjukkan sebuah kisah yang sesungguhnya dalam tulisan ini, bukan intermezzo lagi 

Ada sebuah cerita dari nelayan Jepang yang mencari ikan di tengah lautan luas. Lautan tersebut cukup jauh dari daratan. Mereka menangkap ikan–ikan salmon untuk dibawa ke daratan. Orang–orang jepang tentu menginginkan ikan yang segar namun ikan salmon yang dibawa para nelayan tersebut telah mati ketika sampai di daratan sehingga tidak segar lagi. Hal ini membuat para nelayan berpikir bagaimana caranya agar ikan yang ditangkap di lautan tidak mati ketika sampai di daratan.

“Ah… Mungkin kita harus menaruh ikan-ikan hasil tangkapan di bak berisi air dalam kapal supaya ikan itu masih hidup ketika kita sampai di daratan.” Hal itu langsung dicoba, tetapi tetap saja ikan salmon tersebut mati ketika sampai di daratan akibat perjalanan yang memakan waktu yang lama ini.

“Bagaimana kalau diberi es?” Di dalam bak air tersebut diberi es, namun tetap saja ikan salmon itu mati dan tak segar lagi.

Akhirnya muncullah sebuah ide yang tidak masuk akal dari salah seorang nelayan. Nelayan itu memasukkan anak ikan hiu kecil ke dalam bak air yang berisi ikan-ikan salmon hasil tangkapan mereka. Hasilnya sangat mengejutkan! Ternyata ikan-ikan salmon itu tetap hidup setelah melalui perjalanan panjang menuju daratan.

Apa yang sebenarnya membuat ikan-ikan salmon itu bertahan hidup? Ternyata di dalam bak itu ikan-ikan salmon tersebut dikejar–kejar oleh si anak ikan hiu. Mereka terus dikejar-kejar tanpa henti. Ikan-ikan salmon itu berenang dengan gesit menghindar dari anak ikan hiu tersebut untuk bertahan hidup. Mereka berenang sekuat tenaga berjuang untuk mempertahankan hidup mereka sampai akhirnya di daratan mereka masih bisa bertahan hidup.

            Kisah ikan salmon tersebut memberikan spirit kehidupan bagi kita. Bahwa kita terkadang mempunyai tekanan agak dapat bertahan hidup, kita perlu memiliki pendorong yang kuat, yang membuat kita menyadari bahwa hidup kita sangat berarti jika diperoleh dengan tantangan yang besar.

            Coba kita fikirkan air atau es batu yang disediakan nelayan dengan maksud membuat kondisi senyaman mungkin bagi ikan salmon untuk hidup layaknya di lautan tidak membuat mereka bertahan hidup. Sebaliknya, ketika dalam bak air dimasukkan seekor anak ikan hiu yang di habitatnya adalah predator bagi ikan salmon ternyata malah memaksa ikan salmon terus berenang selama perjalanan sampai nelayan sampai di daratan. Apa jadinya jika tak ada hiu? Ikan salmon akan mati dengan biasa-biasa saja. Sudah mati, biasa pula :D. Salmon memberi kita pelajaran bahwa Salmon merupakan jenis ikan yang sanggup melawan arus air, naik ke atas, rela luka-luka, dan mengambil resiko dimakan beruang/pemangsa lain untuk mencapai tujuan hidupnya, yaitu bertelur di hulu sungai. Bahwa hidup yang luar biasa diperlukan tekanan, pergerakan agar ia nampak luar biasa. Jika hidupmu tanpa tantangan apalah arti hidupmu jika engkau akan mati dan matimu itu biasa-biasa saja? Kan gak asik.

Ini hanya tulisan mengenai pentingnya kita bergerak, menggunakan akal, menentukan pilihan dan menyerahkan hasilnya pada sang Ilahi (Sarah Al-Mustanirah)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Aku Ingin Mencintai Mu Karena

aku ingin mencintaimu karena riangmu
merona memekar menularkan kepada setiap insan
ada kala ketika riang itu memudar oleh duka nestapa
seberapa dalam luka itu mampu menyakiti cintaku?

Aku ingin mencintaimu karena kecerdasanmu
menawan, berkarisma, memberi cahaya gelapnya bodoh
Namun ketika cerdas itu termakan oleh senja
bagaimana pula engkau menyampaikan cintaku padamu?

aku ingin mencintaimu karena ketulusanmu
menunduk, menawan, mempesona pada setiap hati yang bimbang
ada kalanya riya’ ternyata menyertai tulusmu
mungkinkah kau membalasnya dengan cinta yang tulus?

aku ingin mencintaimu karena dalamnya lautan kesabaranmu
menaklukkan setiap cobaan yang ada 
namun jika lautan sabar itu surut oleh teriknya derita
adakah masih kau mencintaiku dengan sabar?

Kiranya sejuta alasan aku ingin mencintaimu
aku harap yang satu ini takkan mampu didustakan

aku ingin menintaimu karena Allah
ku pasrahkan cintaku terjaga oleh-Nya
karena Allah tempat bergantung
karena Allah Maha Cinta

Untukmu yang masih mencoba memperbaiki dirinya disana,
aku akan selalu menunggumu,
berusaha, masih terus berusaha memantaskan diri~
(Sarah-Al-Mustanirah)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments