Tampilkan postingan dengan label Biology Art. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biology Art. Tampilkan semua postingan

Marah

Marah membuncah bumi pertiwi
Menatap nanar pada setiap kehidupan kelam
Marah menghembuskan api emosi meluap
melampiaskan amarah tiada terarah

Dan tengok bumi marah
Dibelahnnya tanah menjadi dua
Diadunya manusia tanpa iba
Dilemparkan, hempaskan setiap makhluk yang ada

Lihat saja lautan meraung
Tergulung sudah ombak menyapu darat
Tsunami menyeret siapa saja yang ada
Dan lihat betapa berantakannya akibat marah

Dan gunung menancap di bumi
Peduli apa ketika marah memanas
Memuntahkan isi perutnya yang begitu muak
Melelehkan membakar menghanguskan setiap kulit yang ada

Dan lumpur, terlenalah ia menidurkan
Dan sidoarjo yang terlelap oleh lumpur yang menebal
Ia telah dinina bobokkan oleh ketidakpedulian
Hanya saja ada saja yang menagih kasihan padanya

Seberapa marah membuncah bumi pertiwi,
Tak cukupkah air yang berbicara lewat banjir
Tak cukupkah hutan yang mengucap kata abu
Tak cukupkah alam mengerahkan kekuatannya

Olehnya izinkan aku marah
Marah pada kekasih rakyat tak setia
Selingkuh pada penjarah setiap inci tanah kita
Berleha, melalaikan tapi menikmati jua kekayaan kita
(Sarah-Al-Mustanirah)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Bertanya Pada

Bertanya pada mata,
Bagaimana dunia bisa ia buka,?
Dan cahaya terserap padanya
Mata berkata tanyakan pada saraf

Bertanya pada hidung
Bagaimana wangi bisa menghembus?
Dan nafas tiada lepas
Hidung berkata tanyakan pada saraf

Bertanya pada lidah
Rasa,bagaimana ia mengecap?
Dan dunia yang telah tercicipi
Lidah berkata tanyakan pada saraf

Bertanya pada kulit
Sentuhan, kasar, halus, sakit, panas, sejuk
Dan dunia yang teraba, bagaimana ia mampu?
Kulit bilang tanyakan pada saraf

Bertanya pada telinga
Suara dan gelombang yang mengalun
Mengapa kau dengar dunia
Telinga bilang tanyakan pada saraf

Saraf, saraf, saraf
Bertanya pada saraf
Kenapa kau yang harus kutanya
Sebab terbukanya, terhirupnya, terasanya, terabanya dan terdengarnya dunia?
Saraf bilang,ia ingin taat pada penciptanya

Saraf oh saraf
Kau berjejer berpegangan bekerja tiap detik,
Kala sadar kala tidur
Kau tak berhenti menghantarkan kirimanmu menuju otak
(Sarah-Al-Mustanirah)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

CAP LUMUT KERAK

   Yuhuiii,,, libur telah tiba, libur telah tiba horray horray horray *demosendiri*. Tapi, Libur begini? Gak ada kerjaan? Bete? Galau? Menggila? Dan Bosan? Okay mending kita share. Tapi sebelum itu izinkan aku curhat. Boleh yah ^^ ?
    Setahun yang lalu waktu aku lulus SMA, aku galau, suuperrr galau. Why? Sebentar lagi aku akan jadi mahasiswa. Karena aku bingung, aku nantinya lulus dimana? Teerus kuliah itu kayak gimana? Apa teman-teman dikampus itu sama baiknya dengan teman SMA, atau kampus itu seram dan menyeramkan?. Tiba-tiba mentor aku datang, terus nanyain kenapa muka ku kayak baju kusut yang gak pernah disetrika. Jadinya curhat-curhatan deh. Nyebutin satu persatu gundah gulana yang menyerang hatiku. Tapi pesannya mentorku singkat aja.“Dimanapun engkau berada, jadilah sang pionir, sang lumut kerak yang mampu melembabkan permukaan yang gersang”. Udah sampai disini curhatnya~
    
Belajar dari Sang Pionir

    Ngomong-ngomong soal sang pionir, kalian tau apa sih maknanya? Setau aku sih sang pionir adalah sang pelopor, sang perintis, pokoknya sang pencetus. Tapi kata kunci utamanya bukan hanya kata sang pionir but Lumut kerak? Hmm,, itu makhluk apaan yah? Sejenis makanan kaleng kah? Atau sejenis makanan ringan, atau mungkin dia makhluk hidup yang dapat dimakan? eh kenapa bayangin makanan yah --v
    Baik, kita diajarkan untuk mempelajari apa saja yang ada dialam ini, sebatas kemampuan indera kita untuk menerawang, sebatas kemampuan akal kita untuk memikirkan, menafsirkan dan memahami fenomena alam, mulai yang terkecil sekecil mikroorganisme, sampe yang paling gede, segede dinosaurus. Semuanya itu pasti ada maknanya. Hmm kalian sepakatkan? Ok aku anggap kalian sepakat *maaf Maksa* :D.   
    Nah salah satu yang terunik dari alam adalah lahirnya tumbuhan-tumbuhan sang pioneer, dan lumut kerak termasuk didalamnya. Kalo ditengok dari segi biologinya sih nih makhluk keren sih, banyangkan aja, dia itu simbiosis, simbiosis antara ganggang dengan jamur, ganggangnya berasal dari ganggang hijau atau ganggang biru, jamurnya berasal dari Ascomycotina atau Basidiomycotina. Artinya dia ada karena adanya makhluk-makhluk yang berbeda macam alga dan jamur, akhirnya terbentuklah makhluk unik yang bernama lumut kerak. Ini simbiosis yang cukup sempurnalah karya cipta sang maha kuasa. Gak karena keunikannya itu, ternyata sang lumut kerak mampu hidup di tempat-tempat yang ekstrim sehingga ia mampu dikatakan sebagai tumbuhan pionir/vegetasi perintis.
    Walaupun tumbuhan ini bisa dikatakan kecil-kecil tapi hebat, tapi sang pioneer tenyata Lumut kerak tidak memerlukan syarat-syarat hidup yang tinggi, dan tahan kekurangan air dalam jangka waktu yang lama. Karena panas yang terik lumut kerak yang hidup pada batu-batu dapat menjadi kering, tetapi tidak mati, dan jika kemudian turun hujan, lumut kerak Lichenes dapat hidup kembali. Selain itu peranannya cukup besar bagi kehidupan dan organisme lainnya.  Lichen sebagai tumbuhan pioneer memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Jenis ini menjadi tumbuuhan perintis pada daerah-daerah yang keras dan kering sehingga pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan organisme lainnya.

Mahasiswa cap Lumut kerak.. mungkin gak?

    Mahasiswa gabungan dari kata maha dan siswa. Artinya dia itu mahasiswa :v. well tapi semasa aku kecil yah, gambaran aku tentang mahasiswa itu 50:50. Gue kagum sama nih makhluk soalnya Setelah melewati masalah sekolah, setelah melewati carut-marutnya pendidikan yang terasa foRmal banget akhirnya ia keperguruan tinggi, belajar untuk lebih mengabdi kepada masyarakat, misalnya saja yang ngambil jurusan yang ada embel-embel pendidikannya. Nah secara otomatis dia itu belajar untuk menjadi seorang guru, seorang pendidik. Kalo yang embel-embelnya saintis, otomatis ia belajar untuk menjadi seorang ilmuan, penyumbang ilmu pengetahuan yang berguna bagi peradaban.   
    Sedangkan yang 50 nya lagi aku paling sering liat di TEVE kalo yang sering demo, bakar-bakar ban, berkoar-koar gak jelas, tawuran sampe bikin macet dan rusuh dijalan kebanyakan dari mereka itu merupakan komplotan orang-orang yang menyandang status mahasiswa. Lha kok bisa yah? Emang di perguruan tinggi gak diajarkan apa untuk gak berperilaku yang lebih parah dari anak TK atau SD itu -_-.
    Setelah aku menyandang status mahasiswa baru baru ku tersadar bahwa ternyata kehidupan mahasiswa gak semudah membalikkan telapak tangan. Bahkan menjalaninya saja butuh jungkir balik berulang-ulang kali. Yah mungkin ini efek dari mahasiswa baru, baru ngenal kampus, baru merasakan atmosfir pendidikan yang sebenarnya dan baru pula mengenal yang namanya pergaulan ala perguruan tinggi yang memusingkan, penggunaan etika sampai senioritas yang sesungguhnya. Aku sangat menyadari berhabitat dilingkungan kampus, sama saja kita berhabitat dilingkungan yang ekstrem. Ekstreeeemmmmm banget susah buat menyebutkan perasaan yang ada. Pokoknya susahlah~.
    Tapi dengan ini kita bisakan belajar dari lumut kerak. Makhluk hidup itu mampu hidup ditempat yang ekstrem bahkan ia menjadi tumbuhan sang pionir. Mahasiswa pun dapat demikian, berhabitat di perguruan tinggi yang super duper ekstrem dalam menghadapi susahnya pendidikan di bangku kuliah, sulitnya menghadapi dosen yang anti kritis, sampe menghadapi hal-hal kecil seperti hubungannya dengan mahasiswa lainnya. Kita selayaknya seperti lumut kerak seekstrim apapun itu kita harus bertahan hidup. Makanya dengan ini kita haus belajar menempa diri kita. Gak manja! Sedikit-dikit kalo ada masalah maunya pulkam, nangis, brenti kuliah. Mahasiswa gak membutuhkan mental payah, mental krupuk.   
    Selain itu, menjadi sang penyejuk tanah yang tandus, bukan hanya bagi mahasiswa maupun dosen, tapi bagaimana agar ilmu dan etika yang kita peroleh mampu menjadi ‘penyejuk’ mampu melembabkan tanah yang tandus. Jadi mahasiswa jangan kuliah aja dong, kan ada tuh lembaga-lembaga yang disediain sama kamu, nah disitulah kamu mampu belajar untuk melembabkan. Menurut aku gak ada sih organisasi yang buruk, kecuali organisasi propoganda yang ingin menguasai dunia, dan bertentangan dengan agama.
    Tidak sampai disitu, kunci utama agar kita nyaman sebagai mahasiswa adalah kita harus mampu membangun simbiosis mutualisme layaknya sang lumut kerak. Yang paling di butuhkan adalah hubungan interaksi antar sesama mahasiswa, maupun interaksi antara kita dengan dosen dan siapapun makhluk yang berhabitat dikampus dan itu wajib kudu kita membangun interaksi yang baik, saling menguntungkan. Makanya kita perlu menanamkan etika dengan baik, menanamkan sikap ramah, De el el. Intinya mahasiswa itu gak harus bercap sebagai lumut kerak, tapi perlu~
   
    Maaf aku hanya sampe disini dulu, soalnya aku kan baru setahun juga menyandang status mahasiswa dan tentu saja, masih akan ada ledakan yang terjadi kedepannya, makanya saya harus belajar. Bye~(Sarah Al-Mustanirah)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Manusia Plankton



“Dahulu kala, di negeri antah berantah hiduplah seorang kembar cewek-cowok yang aneh dan ajaib, yang cewek sukanya dandan seharian, pokoknya dimana ada dia disitu ada cermin, *tapi dia bukan penjual cermin yah* seluruh aspek dalam dirinya harus mirip artis hollywood, mukanya dipermak sedemikian rupa hingga mirip britney spears, tubuhnya harus sebagus katty perri dan rambutnya harus seindah Angelina jolie. Sementara yang cowoknya itu  kemayuuuuuu banget, sukanya perawatan, you know ? dia fanatik korea. pokoknya dia harus facial supaya mukanya bening, luluran tiap minggu biar dakinya pada lumer dan pake parfum seember biar waginya mampu menjangkau radius ratusan meter. Dan kembar tersebut menyukai hal yang sama yaitu FOOD, FASHION and FUN. Pokoknya mereka ikut arus trend  banget yang baru, harus ia miliki tidak boleh tidak. Mereka itu layaknya plankton yang ngikut arus, arusnya lari kemana mereka ngikut. Begitupun masalah trend mereka harus menjadi yang nomor satu untuk mendapatkannya. Suatu hari terjadi perubahan trend besar-besaran namun sayangnya keuangan mereka tak memadai. Mereka mencari jalan pintas dengan cara menjual apapun yang ada dirumah mereka agar hasrat mode mereka terpenuhi. Ibu mereka tau akan hal itu. Ibu mereka sakit dan akhirnya mereka menyesali perbuatan mereka. Dannn TAMAT. Udah gitu aja”

Ehm, itu Cuma intermezzo yang gak penting, gak usah dihiraukan gak bakalan ada hubungannya dengan tulisanku ini . Mm kali ini aku akan kasih bayangan sedikit saja tentang manusia plankton. Pernahkah kalian dengar kata plankton? Pernah tidaak? Pernah gaakk? *eh maksa* ^^V. Ok mungkin yang kartun maniak kenal planktonnya lewat spongebob Squarepants yang digabarkan sebagai makhluk kecil berwarna hijau yang sering mencuri krabby patty dan akhirnya diinjak-injak oleh Mr.Krab hahaha…

Tapi dalam biologi plankton diartikan sebagai organisme yang melayang-layang di air yang kemampuan renangnya terbatas sehingga pergerakan organisme mengikuti arus. Selain itu kemampuan berenang organisme planktonik sangat lemah sehingga mereka sama sekali dikuasai oleh gerakan air. Namun Plankton adalah suatu organisme yang terpenting dalam ekosistem laut. Fitoplankton merupakan produsen yang mensuplai makanan bagi konsumen primer seperti zooplankton dan zooplanton menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan dan berbagai onsumen sekunder di ekosistem perairan.

Nah itu sepintas dari plankton yang ditinjau dari sisi biologisnya, mohon maaf saja yah mungkin lidah kalian agak kelipat dikit dalam menyebutkan satu-satu istilahnya. Ok, bagaimana dengan manusia plankton? Mm jangan salah paham dulu yah, aku gak bermaksud menjadikan manusia seperti plankton yang melayang-layang diperairan bukaan,, bukan itu.

Manusia plankton yang khendak saya gambarkan disini adalah manusia yang hidupnya gak tentu arah, manusia yang hanya mengikuti arus yang ada, kemana arusnya mengalir disitu pula ia berjalan. Bagaimana pendapat anda mengenai manusia seperti ini? Baikkah atau malah jelek?. Itu terserah pendapat kalian saja. Tapi, menurut penggambaranku kita tidak bisa menjadi manusia yang mengikuti arus dalam hal tertentu. Manusia mempunyai area yang menguasainya dan dikuasai oleh manusia.

Area yang menguasai manusia dalam hal ini, ajal jodoh, reski (Nizomul Wujud) dan yang tidak dituntukan oleh nizomul mujud tetapi kita tidak punya kendali untuk menolaknya. Misalnya, kita telah berhati-hati berjalan di jalan yang telah dipel, tapi kita tidak punya kuasa untuk melawan ketika kita tiba-tiba terjatuh. Aspek tersebut memang menguasai kita dan kita tentu saja menyerahkan sepenuhnya kepada Allah.

Tetapi ada pula daerah yang mampu kita kuasai, Allah telah menurunkan khasiat terhadap sesuatu hal dimana manusia mempunyai pilihan. Nah, pilihan itulah yang seharusnya membuat kita tidak terbawa arus kayak plankton. Misalnya saja, kamu masih sedang belajar membaca dan menulis, kamu ingin dapat membaca dan menulis dengan baik. Kamu punya pilihan mau berusaha belajar atau tidak. Dalam menentukan pilihan ini selalu ada proses dimana hasil akhirnya tidak kita ketahui karena memang kita sebagai manusia terbatas dalam menentukan atau memprediksi hasil akhir. Tapi coba kita fikirkan sejenak pilihan kita. Jika kita memilih untuk belajar kemungkinan besar yang dapat kita peroleh ada 2 yaitu : Berhasil atau gagal. Sementara jika kita memilih untuk tidak belajar kemungkinan besar yang kita peroleh ada 2 yaitu : gagal dan gagal. Dan mungkin yang dapat sedikit bertentangan dari prediksi tadi adalah menangnya kemungkinan kecil yang bisa kusebut keberuntungan.

Untuk hal yang dapat kita kuasai yaitu pilihan kita sebaiknya tidak menyerahkan kepada keadaan yang ada selama kita bisa mengusahakannya. Ingat dengan istilah Life Is Choice? Hidup memang pilihan. Misalnya belajar membaca tadi jika kamu mau jadi pembaca yang baik, kamu harus berusaha. Gak keenakan, santai-santai saja, yang pada akhirnya apa? Kamu gak bakalan bisa belajar.

Plankton hidup melayang-layang di air itu bukan karena ia yang mau, tetapi ia memang dianugerahkan kemampuan berenang yang terbatas dari sang Khalik. Tapi hikmah dibalik itu semua adalah ia menjadi organisme yang terpenting dalam ekosistem perairan yang mempengaruhi organisme yang lainnya. Bayangkan saja jika fitoplankon diberi kecepatan berenang luar biasa, bagaimana dengan zooplankton untuk memenuhi energinya. Dan seterusnya akan mempengaruhi rantai makanan dan piramida makanan yang bisa saja mempengaruhi juga pada ekosistem daratan khususnya bagi pemenuhan protein manusia. Walau terbatas, ternyata fitoplankton sangat penting.

Bagaimana dengan manusia? Maukah kau disamakan dengan fitoplankton? Tidak mau kan? Makanya jangan ikut arus seenaknya. Manusia telah diberikan hidayah terbesar dari Allah SWT berupa akal. Nah itu akal digunakan untuk berfikir mempertimbangkan pilihan kita, untuk membuat inovasi terbaru yang tentu saja mendorong kita untuk lebih aktif berkreasi dan menciptakan sesuatu yang lebih berguna. Fitoplankton saja yang gak punya akal segitu bergunanya bagi ekosistem, kenapa manusia tidak bisa lebih berguna lagi dengan menggunakan akalnya dengan baik sehingga menciptakan pilihan yang tepat sehingga manfaat akan datang padanya?


Berusahalah layaknya Nekton “Ikan Salmon”  yang hidup melawan arus

            Berbeda dengan Plankton, ada makhluk didunia ini yang hidupnya bergerak aktif di air. Namanya nekton, Nekton adalah organisme-organisme bergerak  aktif yang terdapat pada perairan, baik itu air tawar maupun air laut. Karena tadi saya sudah menjelaskan tentang pentingnya kita menggunakan akal untu menentukan pilihan, agar lebih out of stream saya akan menunjukkan sebuah kisah yang sesungguhnya dalam tulisan ini, bukan intermezzo lagi 

Ada sebuah cerita dari nelayan Jepang yang mencari ikan di tengah lautan luas. Lautan tersebut cukup jauh dari daratan. Mereka menangkap ikan–ikan salmon untuk dibawa ke daratan. Orang–orang jepang tentu menginginkan ikan yang segar namun ikan salmon yang dibawa para nelayan tersebut telah mati ketika sampai di daratan sehingga tidak segar lagi. Hal ini membuat para nelayan berpikir bagaimana caranya agar ikan yang ditangkap di lautan tidak mati ketika sampai di daratan.

“Ah… Mungkin kita harus menaruh ikan-ikan hasil tangkapan di bak berisi air dalam kapal supaya ikan itu masih hidup ketika kita sampai di daratan.” Hal itu langsung dicoba, tetapi tetap saja ikan salmon tersebut mati ketika sampai di daratan akibat perjalanan yang memakan waktu yang lama ini.

“Bagaimana kalau diberi es?” Di dalam bak air tersebut diberi es, namun tetap saja ikan salmon itu mati dan tak segar lagi.

Akhirnya muncullah sebuah ide yang tidak masuk akal dari salah seorang nelayan. Nelayan itu memasukkan anak ikan hiu kecil ke dalam bak air yang berisi ikan-ikan salmon hasil tangkapan mereka. Hasilnya sangat mengejutkan! Ternyata ikan-ikan salmon itu tetap hidup setelah melalui perjalanan panjang menuju daratan.

Apa yang sebenarnya membuat ikan-ikan salmon itu bertahan hidup? Ternyata di dalam bak itu ikan-ikan salmon tersebut dikejar–kejar oleh si anak ikan hiu. Mereka terus dikejar-kejar tanpa henti. Ikan-ikan salmon itu berenang dengan gesit menghindar dari anak ikan hiu tersebut untuk bertahan hidup. Mereka berenang sekuat tenaga berjuang untuk mempertahankan hidup mereka sampai akhirnya di daratan mereka masih bisa bertahan hidup.

            Kisah ikan salmon tersebut memberikan spirit kehidupan bagi kita. Bahwa kita terkadang mempunyai tekanan agak dapat bertahan hidup, kita perlu memiliki pendorong yang kuat, yang membuat kita menyadari bahwa hidup kita sangat berarti jika diperoleh dengan tantangan yang besar.

            Coba kita fikirkan air atau es batu yang disediakan nelayan dengan maksud membuat kondisi senyaman mungkin bagi ikan salmon untuk hidup layaknya di lautan tidak membuat mereka bertahan hidup. Sebaliknya, ketika dalam bak air dimasukkan seekor anak ikan hiu yang di habitatnya adalah predator bagi ikan salmon ternyata malah memaksa ikan salmon terus berenang selama perjalanan sampai nelayan sampai di daratan. Apa jadinya jika tak ada hiu? Ikan salmon akan mati dengan biasa-biasa saja. Sudah mati, biasa pula :D. Salmon memberi kita pelajaran bahwa Salmon merupakan jenis ikan yang sanggup melawan arus air, naik ke atas, rela luka-luka, dan mengambil resiko dimakan beruang/pemangsa lain untuk mencapai tujuan hidupnya, yaitu bertelur di hulu sungai. Bahwa hidup yang luar biasa diperlukan tekanan, pergerakan agar ia nampak luar biasa. Jika hidupmu tanpa tantangan apalah arti hidupmu jika engkau akan mati dan matimu itu biasa-biasa saja? Kan gak asik.

Ini hanya tulisan mengenai pentingnya kita bergerak, menggunakan akal, menentukan pilihan dan menyerahkan hasilnya pada sang Ilahi (Sarah Al-Mustanirah)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Jungle Survival

keluarga singa

Begini, aku gak akan menjelaskan, memaparkan atau medeskripsikan mengenai trik dan tips, cara-cara, metode, atau apalah itu mengenai jungle survival. Tapi, ini merupakan tulisan tentang bagaimana kita memahami hidup yang sebenarnya. Walaupun kamu merasa jika hidup kamu biasa-biasa saja, menggalau atau luar biasa sekalipun, cobalah kita teropong sedikit mengenai kehidupan hutan yang dapat menjadi secuil analogi kita dalam menjalani hidup. Oh well aku malas basa-basi jadi langsung saja yah! Cekidot! ^O^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

ANAK KERANG

ANAK KERANG

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

HIDUP

Ada  masa ketika kulit terluka tanpa kesengajaan
tapi selalu ada trombosit yang membekukan perasaan sakit
ada waktu ketika indera mata tak lagi menembus cahaya
dan akan selalu ada tangan peraba yang ikut meraba memperjelas arah

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Cerita Tentang Sang Ratu


ratu lebah

Semua penduduk di hutan sibuk dengan aktifitasnya masing-masing. Singa sang raja hutan sibuk mengembara meninggalkan keluarga tercintanya. Semut-semut sibuk dengan kehidupannya membangun istana mereka, mengumpulkan makanan mereka untuk jaga-jaga musim paceklik tiba. Mereka saling menghargai di hutan. Hanya satu yang paling tak terpandang di hutan antah berantah itu. Dia si larva, tubuhnya pucat pasih, bau menjijikkan. Tak satupun makhluk yang peduli dengan hidup makhluk malang ini. Kecuali sang pemangsa serangga yang menjadikannya sebagai penggajal perut.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

let’s Metamorphoself

let’s Metamorphoself

Bentuknya bulat, warnanya putih kau mungkin bisa menemukannya pada alat pembuat makanan alami dimuka bumi yang biasa disebut daun, 3 hari ia bertahan dalam persembunyiannya itu ia keluar dan panggil dia Larva. Kau tahu bagaimana larva itu? Ia kecil, menjijikkan, mungkin orang biologi bisa menyebutkan ciri-cirinya mempunyai rambut, duri, tuberkel atau filamen dan bla bla bla. Entah siapalah yang sangat kejam menjadikan makhluk mungil ini sehingga ia sangat diabaikan oleh dunia.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments